Rabu, 30 Maret 2016

Trip 3 pulau part 2

Cerita tentang trip 3 pulau part 1 sudah tanyang 2tahun yang lalu, jiahh tayang kayak sinetron aja, dan baru sempat melanjutkan cerita nya, meskipun sudah basi ( emang makanan basi) tapi ga apa apa dech, itung itung bermemori dan sedikit mengenang ( baper dikit gpp kan).
Di cerita awal di ceritakan perjalanan trip ke Lombok lewat jalur darat dengan kebo merah putih ( touring)untuk trip ke pulau Sumatra ini tepatnya ke padang, meskipun saya kelahiran pulau sumatera ( lampung namun belum pernah menjelajah pulau Sumatera, bahkan lampung aja belum banyak yang saya datengin, justru 95% pulau jawa sudah saya datangin.
Ceritanya waktu itu dapat tiket promo dari merpati airlines kalau ga salah, lupa pastinya, karena waktu berangkat pesawat di alihkan naik tiger air lines karena merpati di tutup. Seminggu setelah touring ke Lombok kami berangkat ke padang, kami dari Jakarta ber 4, mestinya sich ber  5 karena satu teman kami ga dapat cuti jadinya batal berangkat. Sebelum berangkat saya sudah hubungin teman di padang untuk di cariakn rental mobil dan minta petunjuk tempat tempat yang rekoment untuk di kunjungin, trip ini bisa di bilang trip dadakan, itinerary go show aja, ga sempat buat itinerary secara waktu nya buat persiapan touring yang sudah direncanakan lebih dulu, pulang dari touring waktu habis buat slesai kerjaan, meskipun serba dadakan trip tetap menyenangkan kok.


Tiba di padang kami menuju rumah salah satu temen kami, kami sampai sana siang pas jam makan siang, dan ternyata tuan rumah sudah menyiapkan menu khas padang (terima kasih uda Rico yang sudah nyiapin makan siang buat kami), sore nya kami diajak ke gunung padang, kono ceritanya di gunung padang ada makan siti nurbaya ( tau dong cerita tentang siti nurbaya, dulu ada filmnya di TV), dari gunung padang kita bisa melihat pelabuhan teluk bayur, kota padang, sayangnya kita ga bisa liat sunset. di gunung padang ini di buat semacam taman gitu, ada hamparan rumput, dengan pohon2 yang rindang jadi adem, gunung padang ga terlalu tinggi kok,  tepatnya sich bukit, untuk menuju puncak kita meniti tangga2, turun dari gunung padang kita ke pantai padang, di pantai padang banyak warung warung yang jual jagung bakar, sambil makan jagung bakar kita bisa menikmati sunset, berhubung kami mau makan es durian jadi kami hanya menikmati sunsetnya aja, puas menikmati suset lanjut minum es durian, es durianya memang mantap, durianya berasa cocok buat kami yang semuanya penyuka durian. Kenyang menikmati es durian masih ada satu kuliner lagi yang wajib kami coba dan ini makanan favotir si mas, sate padang kalau di padang meraka nyebutnya cukup sate ga ada kata padangnya lho, sate KMS di jalan patimura kalau  warungnya  tenda biasa tapi pembelinya rame, katanya sich ini sate paling enak, dan memang enak .
sunset di pantai padang




Hari  kedua kami ke pantai air manis, sebelum ke sana kami sarapan dulu kupat / lontong sayur padang, memang beda rasa lontong sayur disini sama di jakarta, tentunya lebih enak di tempat asalnya apalagi ada gulai pakisnya. Jalan menunu pantai air manis benar2 ajib, jalan kecil berkelok kelok dengan tebing cukup curam, tiba di pantai air manis ga terlalu rame mungkin karena kami datang masih pagi, pantainya bersih ada permainan air dan ada pulau di tengah kalau saat surut kit bisa jalan kaki menuju pulau itu, tapi kami ga kesana karena kami disini ga lama, kami lihat patung malin kundang yang jadi icon pantai air manis. Di dekat patung pantai air manis ada warung2 yang menjual kelapa muda, dipantai memang enak minum kelapa muda apa lagi cuaca mulai panas.


batu malin kundang
Hari ini perjalanan kami masih cukup panjang, kami akan ke puncak lawang melihat danau maninjau dari ketinggian,   kami makan siang di rumah makan padang kalau disini disebut rumah makan aja lho ga ada padangnya, rumah makan ini cukup terkenal juga terlihat ramenya yang makan sayangnya saya lupa nama rumah makanya, yang penting rasa dan harganya ga terlalu mahal lho, awalnya saya kira mahal secara rumah makanya besar dan bagus. di jalan menuju danau maninjau ada warung warung yang jual jajanan khas padang kue pinyaram, jajanan ini dari ketan hitam mirip kue cucur.  
sarapan lontong sayur padang


tiba di puncak lawang cuaca mendung alhasil kami ga bisa melihat danau maninjau keseluruhan karena tertutup awan.  karena cuaca kurang mendukung kami melanjutkan perjalanan menuju bukit tinggi, sebelum ke bukit tinggi kami ke kelok 44, tapi ga sampai kelok 44, di kelok 25 kami balik arah menuju bukit tinggi. Tiba di bukit tinggi sudah maghrib kami nongkrong2 aja di jam gadang, malam kami nginap di bukit tinggi, kami dapat hotel yang family room dengan 2 kamar,  1 bad buat ber  3, kebetulan kami 3 cowok 3 cewek.
Hari ke 3 di bukit tinggi, setelah sarapan di hotel tujuan pagi itu ke ngarai sianok dan gua lobang jepang,

jam gadang malam hari



kami hanya melihat ngarai sianok dari lubang jepang karena keterbatasan waktu, jalan menuju ngarai sianok cukup jauh. Gua lobang jepang banyak ruangan ruangan waktu kami kesana sedang dalam perbaikan, ada beberapa ruangan yang mau di fungsikan untuk café café.  Di lobang jepang kami ga lama lama karena waktu terbatas dan kami mau menuju lembah harau ini tujuan utama kami,  karena saya penasaran dengan  keindahan lembah harau, dari bukit tinggi ke lembah harau perjalanan kurang lebih 2 jam, lembah harau terletak di kabupaten limapuluh kota dekat dengan payakumbuh,
Tiba di lembah harau saya benar2 takjub, lembah harau memang indah, nyesel kesana waktu terbatas, ga bisa nginep, sempat kita mau nginep tapi setlah di perhitungkan dengan jadwal pesawat kami besok jadinya batal dech nginep, padahal pengen pake banget nginep di lembah harau, di lembah harau ada hotel dengan konsep alami, rumah2nya terbuat dari kayu, ada yang ga pake listrik dan itu yang buat kami tertarik,


merasakan suasana pedesaan. Di lembah harau terkenal dengan 1000 air terjunya, bener aga sich ada seribu, air terjun di lembah harau memang banyak  di tebing yang terlihat dari jalan pun ada air terjun, lembah harau memang indah masih alami, tebing tebing tinggi dan hamparan sawah dengan padi menguningnya membuat saya ga bosan melihat keindahan  lembah harau,   Kami menuju salah satu air terjun yang tetunya masih alami bahkan belum banyak pengunjung, air terjun ini terletak dalam hutan, kami melepati hutan hutan dan sempat off road karena jalan berlumpur untung sopir kami sangat handal, terima kasih anto yang undah ngajak kami offroad dan melewati kelok 44 itu terapi buat aku yang trauma naik mobil, sejak kecelakan bus saya jadi trauma naik mobil.
Rasanya belum puas menikmati keindahan lembah harau dan masih banyak yang belum kami eksplor di lembah harau ini, tapi apalah daya keterbatas waktu dengan berat hati kami harus meninggalkan lembah harau, suatu saat saya harus kelembah harau lagi. Sebelum kembali ke kota padang kami ke istana pagaruyung di…… bangunan istana pagaruyung masih banyak yang asli, disana kita bisa sewa baju adat minang, kalau mau berfoto foto pake baju adat minang.  setelah puas foto2 dengan baju adat minang dan keliling istana pagaruyung kami menuju kota padang, diperjalanan menuju padang baru kita diskusi mau nginep dimana, namanya juga itinerary go show, kami ikutin aja guide kami uni sari dan uda padang, terima kasih uni, uda udah menemani kami. Sebuah pengalaman buat saya kalau mau ngetrip,  mesti mematangkan tujuanya, tempat menginap, meskipun ada teman yang menemani selama disana, karena tanpa persiapan matang jadinya ga inget rute rute yang di lewati, nama daerah yang kita datengin sampai hotel tempat menginap pun saya lupa namanya, selama ngetrip kami tinggal duduk manis tau2 sampai tujuan bahkan sempat tertidur diperjalanan, karena jarak satu tempat ke tempat lainnya yang cukup jauh, alhasil kita cape di jalan dan kurang puas di setiap tempat yang kita datengin, seperti di lembah harau dan ngarai sianok. Tempat wisata di padang jaraknya jauh jauh dengan rute yang berbeda.


lanjut cerita ngetrip 3 pulau edisi pulau Sumatra ( padang), setelah diskusi cukup panjang, sepanjang jalan istana pagaruyung kota padang, kami pilih nginep di daerah pantai, lagi2 saya lupa nama tempatnya dan nama hotelnya, yang saya ingat itu di sudah melewati pelabuhan teluk bayur, hotelnya tepat di pinggir pantai, dengan room model cottage bangunan dari kayu, cottagenya enak depan kamar ada pohon, ada terasnya, bisa santai2 diteras sambil liat pantai, sayangnya pantainya kurang bersih jadi engga tertarik buat nyebur.  Owhh iya sebelum kami kembali ke kota padang kami sempat mampir ( silaturahmi) ke rumah etek nya linggo, rumah eteknya lingo  rumah gadang rumah yaitu peninggalan kakeknya lingo yang sudah berusia ratusan tahun, rumahnya masih di kampung deket danau singkarak, sayangnya kami tiba disana sudah malam, jadi ga bisa melihat dengan jelas indahnya rumah gadang dan danau singkarak.
  sebelum ke bandara enggak lupa mampir ke tempat oleh oleh Kristin hakim, ini agenda wajib trip ke padang. kami belaja oleh oleh cukup banyak juga  habis oleh olehnya enak enak sich. ini trip terpanjang ku ada satu pulau lagi yang masuk dalam trip panjang ini yaitu karimun jawa,  nanti aku ceritakan di episode berikutnya. Trip ini juga sebagai hadiah ultah ku tahun 2013, ini hadiah terindah buat ku, semua ini tak lepas dari sesorang yang slalu mewujudkan apa yang aku inginkan,  maksih ya sudah memberikan apa yang aku inginkan, terima kasih sudah mengajariku banyak hal, menunjukan ku indah dan kejamnya dunia.

Suatu say aku pasti kembali ke padang dengan cerita yang berbeda, thanks buat sari, anto yang sudah menemani kami selama disana, juga buat udah rico buat jamuan makan siangnya, dan temen2 backacker padang. Tak lupa juga buat linggo, miko teman seperjalanan yang sangat menyenangkan, perjalanan yang penuh tawa, ada kalian berdua jadi rame, kapan yaa bisa ngetrip bareng lagi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About

Jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak & jangan membawa sesuatu kecuali gambar

Adsence

Follow Me